harus aku kata apa tentang rindu
rindu yang belakangan ini makin kurang ajar
rindu yang kadang menghardikku
seperti anak kecil yang bergeliat dengan olok-olok
ah rindu ini..,
rindu yang menyesakkan dada
membekap nafasku pagi-pagi
bahkan sebelum aku bangkit dari pejam mata
rindu yang terkadang manis
seperti tiramisu cokelat krim legit
menaruh senyum di sela-selanya
karena kukenang saat kami tertawa
oh rindu ini..,
rindu yang amat sangat manja..
manja sekali dan kolokan..
yang harus aku tepuk-tepuk punggungnya
agar mau berdamai dengan pagi siang malam
mau apa aku bilang tentang rindu ini?
kadang berbalut jubah hitam
terkadang berjingkat-jingkat mengenakan piyama pink
membuatku geram dan gemas
ingin aku duduk berdiskusi dengan rindu
aku ajak bicara baik-baik
apa maunya dan sampai kapan membuntuti..
lalu rinduku menggoyang-goyang pundakku
mulai berbisik pelan, pelan sekali,
berujar aku harus bertemu kamu..
"aduh..."
Selasa, 15 Februari 2011
Minggu, 30 Januari 2011
Nana ...
aku mencintaimu dalam lirik kata
aku mengagumimu dalam darasan kalimat
aku memujamu dalam manisnya puisi
aku berpaut dalam alinea-alinea..
dalam rangkaian abjad itu
sosokmu adalah yang memenuhi ruang imajinasi
namamu adalah yang melengkapi kekurangan
keberadaanmu adalah sepenggal sempurna
dalam pertukaran kabar dan cerita..
seakan kau yang kucari
rumah yang lama tak kusinggahi dan memanggilku pulang
segenggam nyaman..
aku buncah riang dalam rayumu
aku menari
meloncat tinggi
dalam semburat jingga cerita pena..
ah sayang.., sayang sekali
sua menghujam goncang
membaurkan sketsa nama
aku tandaskan sekali lagi..
aku mencintaimu (hanya) dalam lirik kata
aku mengagumimu dalam darasan kalimat
aku memujamu dalam manisnya puisi
aku berpaut dalam alinea-alinea..
dalam rangkaian abjad itu
sosokmu adalah yang memenuhi ruang imajinasi
namamu adalah yang melengkapi kekurangan
keberadaanmu adalah sepenggal sempurna
dalam pertukaran kabar dan cerita..
seakan kau yang kucari
rumah yang lama tak kusinggahi dan memanggilku pulang
segenggam nyaman..
aku buncah riang dalam rayumu
aku menari
meloncat tinggi
dalam semburat jingga cerita pena..
ah sayang.., sayang sekali
sua menghujam goncang
membaurkan sketsa nama
aku tandaskan sekali lagi..
aku mencintaimu (hanya) dalam lirik kata
Kamis, 27 Januari 2011
Menyandingmu
aku ingin meminangmu tiap pagi
meminangmu dengan kesungguhan hati
bahwa kaulah yang tercipta
dan terpasangkan denganku..
aku ingin merangkulmu
merangkulmu dengan keteguhan jiwa
tak ada tempat untuk ragu
karena kisahnya kau punyaku ..
aku memeluk dalam gerimis hujan
aku akan menuntunmu dalam ketidakmampuan
aku menyandingmu ketika dalam ketakutan
aku yang menjadi arahmu
rebahlah kau malam ini
berlanjut hingga esok pagi
seterusnya kau akan berada di sini
karena akulah rumahmu..
tempatmu mencari kembali..
berbijaklah sayang.
terima pinanganku kali ini..
kau untukku..
meminangmu dengan kesungguhan hati
bahwa kaulah yang tercipta
dan terpasangkan denganku..
aku ingin merangkulmu
merangkulmu dengan keteguhan jiwa
tak ada tempat untuk ragu
karena kisahnya kau punyaku ..
aku memeluk dalam gerimis hujan
aku akan menuntunmu dalam ketidakmampuan
aku menyandingmu ketika dalam ketakutan
aku yang menjadi arahmu
rebahlah kau malam ini
berlanjut hingga esok pagi
seterusnya kau akan berada di sini
karena akulah rumahmu..
tempatmu mencari kembali..
berbijaklah sayang.
terima pinanganku kali ini..
kau untukku..
Sabtu, 11 Desember 2010
buku ..
kenapa kau ingin kembalikan buku itu?
buku yang sudah menjadi milikmu
sama halnya bukumu yang kini di tanganku
jika memang buku itu meresahkanmu
maka berikanlah pada yang lain
jangan dipadamkan lagi apa yang telah temaram
di dua buku itu aku merajut rindu
buku yang sudah menjadi milikmu
sama halnya bukumu yang kini di tanganku
jika memang buku itu meresahkanmu
maka berikanlah pada yang lain
jangan dipadamkan lagi apa yang telah temaram
di dua buku itu aku merajut rindu
Minggu, 05 Desember 2010
Mei
aku membingkaimu dalam mei
mei yang hangat
mei dalam balutan rintik hujan
mei yang dipenuhi pujianmu
aku membingkaimu pada bulan mei
mei yang sesak dengan senyum serta tawamu
mei tersanjung puisimu
mei yang nyaman dalam peluk malam
mei yang sibuk namun melegakan ..
aku mengukirmu dalam mei
mei semburat jingga,biru dan orange
mei yang jauh dari abu-abu dan ungu
mei yang menghadirkan semangat dan ke-ada-an
aku menyimpanmu dalam mei
mei yang menyatukan kesamaan isi kepala
mei yang merindukan tentang nyaman
mei dalam satu
aku mengingatmu dalam mei
mei yang tak lama harus berlalu berganti juni,juli ..
yang tak hanya sekedar aku kenang
pun aku kecup indahnya
maka beruntunglah kau hadir di mei
mei yang kini samar-samar kembali ku kenang
merengkuh lagi keyakinan
dulu pernah ada cinta di sana
dulu rindu mengisi ruang
dulu, dulu dalam mei..
sayang, aku mengenangmu dalam mei..
mei yang hangat
mei dalam balutan rintik hujan
mei yang dipenuhi pujianmu
aku membingkaimu pada bulan mei
mei yang sesak dengan senyum serta tawamu
mei tersanjung puisimu
mei yang nyaman dalam peluk malam
mei yang sibuk namun melegakan ..
aku mengukirmu dalam mei
mei semburat jingga,biru dan orange
mei yang jauh dari abu-abu dan ungu
mei yang menghadirkan semangat dan ke-ada-an
aku menyimpanmu dalam mei
mei yang menyatukan kesamaan isi kepala
mei yang merindukan tentang nyaman
mei dalam satu
aku mengingatmu dalam mei
mei yang tak lama harus berlalu berganti juni,juli ..
yang tak hanya sekedar aku kenang
pun aku kecup indahnya
maka beruntunglah kau hadir di mei
mei yang kini samar-samar kembali ku kenang
merengkuh lagi keyakinan
dulu pernah ada cinta di sana
dulu rindu mengisi ruang
dulu, dulu dalam mei..
sayang, aku mengenangmu dalam mei..
Kamis, 11 November 2010
Sayangku ..
Alya..
Kau merayapi waktu meniti hidupmu
Bayi, batita, balita, anak dan dewasa ..
Maka kau akan temukan banyak hal
Bintang yang redup cahayanya.
Matahari yang menyinarimu dengan sempurna
Bulan yang meneduhkan amarah
Pelangi yang indah namun tak nyata
Mama akan bercerita tentang pensil warna, cat air dan crayon
Goreskan ke kertasmu, Nak..
Torehkan warna sesukamu
Kau membingkai indah karyamu
Lalu mama akan memelukmu..
Terkadang ada pula yang tak sejalan dengan maumu
Kadang ada yg menyakitimu
Lalu pula meninggalkanmu
Menangislah, Alyaku
Tapi jangan kau menitikkan air mata sering di hadapan mereka
Simpan resah sakitmu
Tumpahkan ke mama
Lalu esok berdirilah dengan tegar
Tegak yang sempurna
Hadapi hidup
Tantang apa yg menantangmu
Bersikaplah ksatria meski kau bukan lelaki
Akui benarmu
Minta maaf atas salahmu
Tenanglah setenangnya..
Karena itulah kunci hidup sayang..
Terkadang ada kesalahan
Karena itulah kau akan menemukan benar..
Mama mencintaimu, Nak..
Kau merayapi waktu meniti hidupmu
Bayi, batita, balita, anak dan dewasa ..
Maka kau akan temukan banyak hal
Bintang yang redup cahayanya.
Matahari yang menyinarimu dengan sempurna
Bulan yang meneduhkan amarah
Pelangi yang indah namun tak nyata
Mama akan bercerita tentang pensil warna, cat air dan crayon
Goreskan ke kertasmu, Nak..
Torehkan warna sesukamu
Kau membingkai indah karyamu
Lalu mama akan memelukmu..
Terkadang ada pula yang tak sejalan dengan maumu
Kadang ada yg menyakitimu
Lalu pula meninggalkanmu
Menangislah, Alyaku
Tapi jangan kau menitikkan air mata sering di hadapan mereka
Simpan resah sakitmu
Tumpahkan ke mama
Lalu esok berdirilah dengan tegar
Tegak yang sempurna
Hadapi hidup
Tantang apa yg menantangmu
Bersikaplah ksatria meski kau bukan lelaki
Akui benarmu
Minta maaf atas salahmu
Tenanglah setenangnya..
Karena itulah kunci hidup sayang..
Terkadang ada kesalahan
Karena itulah kau akan menemukan benar..
Mama mencintaimu, Nak..
Rabu, 10 November 2010
Terjebak Setia
Di sudut stasiun itu mata kita bertatap.
Kau siap berkemas lalu melangkah masuk ke kereta
Sementara aku masih duduk di bangku tunggu
Ayo.., ajakmu..
Aku tak sanggup menjawab hanya menatap
Kereta mulai berpamitan
Aku melihatmu tegar di dalamnya
Sementara aku masih duduk di bangku tunggu
Kembali matamu yg mengisyaratkan mengajakku turut
Aku tak sanggup menjawab hanya menatap
Dan hingga kini..
Aku masih setia berada di sini
Menghadapi lalu lalang hari yg berlalu tiap waktu
Tak sedikitpun beranjak
Aku terjebak dengan setia..
Ah cintaku..,
Kala kau beranjak
Sudah bertemu hari baru
Menepis bayanganku yg samar tiap detiknya
Meninggalkan kenangan
Aku hormati itu walau tercabik-cabik..
Harapku,
Seharusnya kau juga merasakan sakit yg sama denganku..
Tapi aku masih begini..,
Entah sampai kapan aku pun tak tahu
Berteman dengan sesaknya dada
Berkarib dengan sepinya waktu
Bersahabat dengan yang tak bisa kuungkapkan
Menyakitkan..
Lamat-lamat aku menyebut namamu
Menaikkan doa-doa agar kau kembali
Tidak dengan kerumitan seperti ini
Ah, sayang..
Terjebak aku dengan setia...
[[end]]
Kau siap berkemas lalu melangkah masuk ke kereta
Sementara aku masih duduk di bangku tunggu
Ayo.., ajakmu..
Aku tak sanggup menjawab hanya menatap
Kereta mulai berpamitan
Aku melihatmu tegar di dalamnya
Sementara aku masih duduk di bangku tunggu
Kembali matamu yg mengisyaratkan mengajakku turut
Aku tak sanggup menjawab hanya menatap
Dan hingga kini..
Aku masih setia berada di sini
Menghadapi lalu lalang hari yg berlalu tiap waktu
Tak sedikitpun beranjak
Aku terjebak dengan setia..
Ah cintaku..,
Kala kau beranjak
Sudah bertemu hari baru
Menepis bayanganku yg samar tiap detiknya
Meninggalkan kenangan
Aku hormati itu walau tercabik-cabik..
Harapku,
Seharusnya kau juga merasakan sakit yg sama denganku..
Tapi aku masih begini..,
Entah sampai kapan aku pun tak tahu
Berteman dengan sesaknya dada
Berkarib dengan sepinya waktu
Bersahabat dengan yang tak bisa kuungkapkan
Menyakitkan..
Lamat-lamat aku menyebut namamu
Menaikkan doa-doa agar kau kembali
Tidak dengan kerumitan seperti ini
Ah, sayang..
Terjebak aku dengan setia...
[[end]]
Langganan:
Postingan (Atom)