Minggu, 05 September 2010

aku tetap di sini..

Aku memujamu dalam hening malam
Tak bersuara, tak beranjak
Kulipat kaki dan memeluknya
Aku tetap di sini

Aku murung larut malam ini
Esok tak lagi kudapati dirimu
Sepi akan memeluk ragaku
Hampa menari di hadapan jiwaku
Sesak mendekap dada
Aku tetap di sini

Tak lagi ingin aku bersua dengan penghiburanmu :
“hadapi esok..”
Kau tahu sendiri kerapuhanku
Rapuh yang terlambat kusadari
Dan hanya berujung pada air mata yang menitik
Aku tetap di sini

Kunang kunang terbang tak tentu arah
Cahayanya akan tiupkan harapan
Isyarat malam akan berganti pagi
Di alang-alang pun, cahaya adalah tetap cahaya
Aku tetap di sini

Hatiku hendak berfatwa
Dalam ragu, dalam yakin..
Ia menggenggam namamu dalam denting dawai samar lamat lamat
Mata terpejam tak kuasa menolak
Aku tetap di sini

Aku menyimpan kerinduan untukmu
Aku melipat masa lalu
Aku meyakinimu
Aku tetap di sini

Berharap datangnya satu hari
Entah akan datang ataukah berlalu dalam angan ganjil
Nyatanya awan, angin, matahari, bintangku terlanjur berarak padamu

Untuk kali ini ..,
Aku setia..