Senin, 25 Juli 2011

beku ...

aku bertatap denganmu
tak lagi kutemukan segaris yang sama
mungkin kabur benangnya
pun juga sirna

aku membangun hangat
di tengah beku yang membekap
namun sama saja
tak ada es yang cair meski setetes

aku tak mau tengadah harap
tak lama lagi aku berpura-pura
jika memang sudah beku
ya sudah
mungkin usai waktu

aku bukan penunggu, sayang
hidupku harus tetap berlanjut
dengan maupun tanpamu

anai-anai.. ilalang
masa depan tak bertuan
cinta tak menghamba
tawa tak berirama

beku sudah sayang..

Kamis, 02 Juni 2011

kelak ...

Kelak kau dan aku
Akan tinggal di rumah nyaman tenang
Berhalaman luas
Bermusholla di sampingnya
Tempat kau akan mengimami aku, anakmu dan cucu-cucumu..

Berderet pohon rambutan, jeruk, durian dan nangka nan rindang
Tak kurang waktu kita bersama
Berbicara sore di teras belakang
Sambil mengunyah buah hasil kebun kita
Bersama secangkir teh manis bercorak bunga..

Mungkin kau tak akan berhenti mendengar ocehan dan omelanku
Kau tahu sayang, aku sebenarnya tidak benar-benar marah
Aku peduli padamu

Mungkin kau akan diam tersenyum menyimaknya
Dan beberapa detik pelukan akan redakan semua suaraku
Berderai tawa kita
Aku tanya kau sekali lagi :
"adakah yang jauh lebih sempurna dari ini?"
Kelak tak ada kerut di dahimu..
Yg ada adalah penanda kau makin bijak
Makin tenang di sisiku..
Yakin berada di pijakan tepat..

Sayangku..
Tak ada lagi yg kucari..
Kau penutup segala kekurangan..

Kelak sayang, kelak ..

Selasa, 17 Mei 2011

tak beranjak darimu, alya..

Kenapa kau resah?
Bukankah aku di sini ..
Kenapa gundahmu tak terarah?
Bukankah hangatku masih merasuk hingga tulang darahmu..

Sudahlah sayang..
Kipas-kipasi pergi kunang remang
Usir buram resah temaram
Aku di sini
Sungguh tak beranjak..

Jangan menangis..
Jangan merintih..
Jangan mengeluh..

Mama di sini, Alya..

Minggu, 15 Mei 2011

Pagi..

apakah perlu aku meminta lagi pada Tuhan
kurasa tak ada lagi yang aku ingini
tak pernah sebelumnya ku temui pagi seperti ini
ini seperti sempurna..

sempurna ketika kau pagi di sampingku
berada di atas ranjang yang sama
lalu kilas-kilas matahari menerangi pipi, mata dan keningmu
tersipu malu mengintip dari tirai

aku terpaku dengan pemandangan ini
ketika mata itu berkedip terusik
badanmu mengelak dibangunkan matahari
menggeliat malas mengusirnya

kau tahu sayang..?
pagi ini pagi sempurna
tak terbeli oleh apapun
tak tercela setitik pun
tak tertukar dengan siapa pun..

"selamat pagi sayang, pagi ini aku masih mencintaimu"

Selasa, 26 April 2011

Sempurna sudah hidup ..

Ayo sayang..,
Kayuh sepedamu.
Kayuh sekuatmu..
Kejar aku..

Ayo sayang..,
Letupkan lagi semangat hidupmu
Yg dulu redup dan kini pijar bak mercu suar
Karena aku..

Raih tanganku..
Pupuskan ketakutan
Akulah tali tersampir untuk pegangan jiwa
Akulah arah dari segala penjuru angin
Apalagi yang kau cari?

Ayo sayang..,
Bentangkan tanganmu..
Selebar-lebarnya hingga lapang dadamu
Angin menyapa ramah menyapu kulitmu di belantara hijau
Ayo lari, lari..lari kita berlari..

Berlari tanpa arah..
Tertawa sekeras dan selepas-lepasnya
Hari ini tamat riwayat beban hidup
Aku lah pelapangmu..

Sempurna sudah hidup

Rabu, 13 April 2011

Tak pandai ku menulis

Aku tak pandai bercerita tentang gembira
Karena entah kenapa jemariku lebih lincah mengetik tentang duka
Entah mengapa pula sedih dan lara menggairahkan untuk ditulis
Bodoh bukan aku yang senang berkubang kelam..

Tapi kau harus tetap aku tulis..

Kau adalah cinta
Kau serupa bahagia
Kau sejenis buncah semangat
Kau pelangi abadi
Pembias cerah warna jingga, biru muda, merah..

Kesesakan menjadi lapang

Aku ingin mengabadikanmu dalam celah-celah manis dan rindu
Dalam letup-letup cinta yang membuncahi jiwa
Dalam titik hujan yang ikhlas menebas pedih tanah
Dalam samar pelita yang menghapus riak gelisah

Sebagai penenang riak-riak amarah
Sebagai sandaran ketika resah..
Sebagai penutup dari pencarian

Ah sayang, sudah aku bilang apa
Aku tak pandai menulis tentang bahagia
Mungkin tanganku, otakku diatur oleh hati
Hati tak ingin membaginya dengan yang lain
Pun dengan kertas, tinta dan tulisan

Aku akhiri tulisanku, Sayang...

Aku mencumbumu malam ini..
Itu menjelaskan semuanya..

Selasa, 15 Februari 2011

Rindu

harus aku kata apa tentang rindu
rindu yang belakangan ini makin kurang ajar
rindu yang kadang menghardikku
seperti anak kecil yang bergeliat dengan olok-olok

ah rindu ini..,
rindu yang menyesakkan dada
membekap nafasku pagi-pagi
bahkan sebelum aku bangkit dari pejam mata

rindu yang terkadang manis
seperti tiramisu cokelat krim legit
menaruh senyum di sela-selanya
karena kukenang saat kami tertawa

oh rindu ini..,
rindu yang amat sangat manja..
manja sekali dan kolokan..
yang harus aku tepuk-tepuk punggungnya
agar mau berdamai dengan pagi siang malam

mau apa aku bilang tentang rindu ini?
kadang berbalut jubah hitam
terkadang berjingkat-jingkat mengenakan piyama pink
membuatku geram dan gemas

ingin aku duduk berdiskusi dengan rindu
aku ajak bicara baik-baik
apa maunya dan sampai kapan membuntuti..

lalu rinduku menggoyang-goyang pundakku
mulai berbisik pelan, pelan sekali,
berujar aku harus bertemu kamu..

"aduh..."