Kenapa kau resah?
Bukankah aku di sini ..
Kenapa gundahmu tak terarah?
Bukankah hangatku masih merasuk hingga tulang darahmu..
Sudahlah sayang..
Kipas-kipasi pergi kunang remang
Usir buram resah temaram
Aku di sini
Sungguh tak beranjak..
Jangan menangis..
Jangan merintih..
Jangan mengeluh..
Mama di sini, Alya..
Selasa, 17 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
Pagi..
apakah perlu aku meminta lagi pada Tuhan
kurasa tak ada lagi yang aku ingini
tak pernah sebelumnya ku temui pagi seperti ini
ini seperti sempurna..
sempurna ketika kau pagi di sampingku
berada di atas ranjang yang sama
lalu kilas-kilas matahari menerangi pipi, mata dan keningmu
tersipu malu mengintip dari tirai
aku terpaku dengan pemandangan ini
ketika mata itu berkedip terusik
badanmu mengelak dibangunkan matahari
menggeliat malas mengusirnya
kau tahu sayang..?
pagi ini pagi sempurna
tak terbeli oleh apapun
tak tercela setitik pun
tak tertukar dengan siapa pun..
"selamat pagi sayang, pagi ini aku masih mencintaimu"
kurasa tak ada lagi yang aku ingini
tak pernah sebelumnya ku temui pagi seperti ini
ini seperti sempurna..
sempurna ketika kau pagi di sampingku
berada di atas ranjang yang sama
lalu kilas-kilas matahari menerangi pipi, mata dan keningmu
tersipu malu mengintip dari tirai
aku terpaku dengan pemandangan ini
ketika mata itu berkedip terusik
badanmu mengelak dibangunkan matahari
menggeliat malas mengusirnya
kau tahu sayang..?
pagi ini pagi sempurna
tak terbeli oleh apapun
tak tercela setitik pun
tak tertukar dengan siapa pun..
"selamat pagi sayang, pagi ini aku masih mencintaimu"
Selasa, 26 April 2011
Sempurna sudah hidup ..
Ayo sayang..,
Kayuh sepedamu.
Kayuh sekuatmu..
Kejar aku..
Ayo sayang..,
Letupkan lagi semangat hidupmu
Yg dulu redup dan kini pijar bak mercu suar
Karena aku..
Raih tanganku..
Pupuskan ketakutan
Akulah tali tersampir untuk pegangan jiwa
Akulah arah dari segala penjuru angin
Apalagi yang kau cari?
Ayo sayang..,
Bentangkan tanganmu..
Selebar-lebarnya hingga lapang dadamu
Angin menyapa ramah menyapu kulitmu di belantara hijau
Ayo lari, lari..lari kita berlari..
Berlari tanpa arah..
Tertawa sekeras dan selepas-lepasnya
Hari ini tamat riwayat beban hidup
Aku lah pelapangmu..
Sempurna sudah hidup
Kayuh sepedamu.
Kayuh sekuatmu..
Kejar aku..
Ayo sayang..,
Letupkan lagi semangat hidupmu
Yg dulu redup dan kini pijar bak mercu suar
Karena aku..
Raih tanganku..
Pupuskan ketakutan
Akulah tali tersampir untuk pegangan jiwa
Akulah arah dari segala penjuru angin
Apalagi yang kau cari?
Ayo sayang..,
Bentangkan tanganmu..
Selebar-lebarnya hingga lapang dadamu
Angin menyapa ramah menyapu kulitmu di belantara hijau
Ayo lari, lari..lari kita berlari..
Berlari tanpa arah..
Tertawa sekeras dan selepas-lepasnya
Hari ini tamat riwayat beban hidup
Aku lah pelapangmu..
Sempurna sudah hidup
Rabu, 13 April 2011
Tak pandai ku menulis
Aku tak pandai bercerita tentang gembira
Karena entah kenapa jemariku lebih lincah mengetik tentang duka
Entah mengapa pula sedih dan lara menggairahkan untuk ditulis
Bodoh bukan aku yang senang berkubang kelam..
Tapi kau harus tetap aku tulis..
Kau adalah cinta
Kau serupa bahagia
Kau sejenis buncah semangat
Kau pelangi abadi
Pembias cerah warna jingga, biru muda, merah..
Kesesakan menjadi lapang
Aku ingin mengabadikanmu dalam celah-celah manis dan rindu
Dalam letup-letup cinta yang membuncahi jiwa
Dalam titik hujan yang ikhlas menebas pedih tanah
Dalam samar pelita yang menghapus riak gelisah
Sebagai penenang riak-riak amarah
Sebagai sandaran ketika resah..
Sebagai penutup dari pencarian
Ah sayang, sudah aku bilang apa
Aku tak pandai menulis tentang bahagia
Mungkin tanganku, otakku diatur oleh hati
Hati tak ingin membaginya dengan yang lain
Pun dengan kertas, tinta dan tulisan
Aku akhiri tulisanku, Sayang...
Aku mencumbumu malam ini..
Itu menjelaskan semuanya..
Karena entah kenapa jemariku lebih lincah mengetik tentang duka
Entah mengapa pula sedih dan lara menggairahkan untuk ditulis
Bodoh bukan aku yang senang berkubang kelam..
Tapi kau harus tetap aku tulis..
Kau adalah cinta
Kau serupa bahagia
Kau sejenis buncah semangat
Kau pelangi abadi
Pembias cerah warna jingga, biru muda, merah..
Kesesakan menjadi lapang
Aku ingin mengabadikanmu dalam celah-celah manis dan rindu
Dalam letup-letup cinta yang membuncahi jiwa
Dalam titik hujan yang ikhlas menebas pedih tanah
Dalam samar pelita yang menghapus riak gelisah
Sebagai penenang riak-riak amarah
Sebagai sandaran ketika resah..
Sebagai penutup dari pencarian
Ah sayang, sudah aku bilang apa
Aku tak pandai menulis tentang bahagia
Mungkin tanganku, otakku diatur oleh hati
Hati tak ingin membaginya dengan yang lain
Pun dengan kertas, tinta dan tulisan
Aku akhiri tulisanku, Sayang...
Aku mencumbumu malam ini..
Itu menjelaskan semuanya..
Selasa, 15 Februari 2011
Rindu
harus aku kata apa tentang rindu
rindu yang belakangan ini makin kurang ajar
rindu yang kadang menghardikku
seperti anak kecil yang bergeliat dengan olok-olok
ah rindu ini..,
rindu yang menyesakkan dada
membekap nafasku pagi-pagi
bahkan sebelum aku bangkit dari pejam mata
rindu yang terkadang manis
seperti tiramisu cokelat krim legit
menaruh senyum di sela-selanya
karena kukenang saat kami tertawa
oh rindu ini..,
rindu yang amat sangat manja..
manja sekali dan kolokan..
yang harus aku tepuk-tepuk punggungnya
agar mau berdamai dengan pagi siang malam
mau apa aku bilang tentang rindu ini?
kadang berbalut jubah hitam
terkadang berjingkat-jingkat mengenakan piyama pink
membuatku geram dan gemas
ingin aku duduk berdiskusi dengan rindu
aku ajak bicara baik-baik
apa maunya dan sampai kapan membuntuti..
lalu rinduku menggoyang-goyang pundakku
mulai berbisik pelan, pelan sekali,
berujar aku harus bertemu kamu..
"aduh..."
rindu yang belakangan ini makin kurang ajar
rindu yang kadang menghardikku
seperti anak kecil yang bergeliat dengan olok-olok
ah rindu ini..,
rindu yang menyesakkan dada
membekap nafasku pagi-pagi
bahkan sebelum aku bangkit dari pejam mata
rindu yang terkadang manis
seperti tiramisu cokelat krim legit
menaruh senyum di sela-selanya
karena kukenang saat kami tertawa
oh rindu ini..,
rindu yang amat sangat manja..
manja sekali dan kolokan..
yang harus aku tepuk-tepuk punggungnya
agar mau berdamai dengan pagi siang malam
mau apa aku bilang tentang rindu ini?
kadang berbalut jubah hitam
terkadang berjingkat-jingkat mengenakan piyama pink
membuatku geram dan gemas
ingin aku duduk berdiskusi dengan rindu
aku ajak bicara baik-baik
apa maunya dan sampai kapan membuntuti..
lalu rinduku menggoyang-goyang pundakku
mulai berbisik pelan, pelan sekali,
berujar aku harus bertemu kamu..
"aduh..."
Minggu, 30 Januari 2011
Nana ...
aku mencintaimu dalam lirik kata
aku mengagumimu dalam darasan kalimat
aku memujamu dalam manisnya puisi
aku berpaut dalam alinea-alinea..
dalam rangkaian abjad itu
sosokmu adalah yang memenuhi ruang imajinasi
namamu adalah yang melengkapi kekurangan
keberadaanmu adalah sepenggal sempurna
dalam pertukaran kabar dan cerita..
seakan kau yang kucari
rumah yang lama tak kusinggahi dan memanggilku pulang
segenggam nyaman..
aku buncah riang dalam rayumu
aku menari
meloncat tinggi
dalam semburat jingga cerita pena..
ah sayang.., sayang sekali
sua menghujam goncang
membaurkan sketsa nama
aku tandaskan sekali lagi..
aku mencintaimu (hanya) dalam lirik kata
aku mengagumimu dalam darasan kalimat
aku memujamu dalam manisnya puisi
aku berpaut dalam alinea-alinea..
dalam rangkaian abjad itu
sosokmu adalah yang memenuhi ruang imajinasi
namamu adalah yang melengkapi kekurangan
keberadaanmu adalah sepenggal sempurna
dalam pertukaran kabar dan cerita..
seakan kau yang kucari
rumah yang lama tak kusinggahi dan memanggilku pulang
segenggam nyaman..
aku buncah riang dalam rayumu
aku menari
meloncat tinggi
dalam semburat jingga cerita pena..
ah sayang.., sayang sekali
sua menghujam goncang
membaurkan sketsa nama
aku tandaskan sekali lagi..
aku mencintaimu (hanya) dalam lirik kata
Kamis, 27 Januari 2011
Menyandingmu
aku ingin meminangmu tiap pagi
meminangmu dengan kesungguhan hati
bahwa kaulah yang tercipta
dan terpasangkan denganku..
aku ingin merangkulmu
merangkulmu dengan keteguhan jiwa
tak ada tempat untuk ragu
karena kisahnya kau punyaku ..
aku memeluk dalam gerimis hujan
aku akan menuntunmu dalam ketidakmampuan
aku menyandingmu ketika dalam ketakutan
aku yang menjadi arahmu
rebahlah kau malam ini
berlanjut hingga esok pagi
seterusnya kau akan berada di sini
karena akulah rumahmu..
tempatmu mencari kembali..
berbijaklah sayang.
terima pinanganku kali ini..
kau untukku..
meminangmu dengan kesungguhan hati
bahwa kaulah yang tercipta
dan terpasangkan denganku..
aku ingin merangkulmu
merangkulmu dengan keteguhan jiwa
tak ada tempat untuk ragu
karena kisahnya kau punyaku ..
aku memeluk dalam gerimis hujan
aku akan menuntunmu dalam ketidakmampuan
aku menyandingmu ketika dalam ketakutan
aku yang menjadi arahmu
rebahlah kau malam ini
berlanjut hingga esok pagi
seterusnya kau akan berada di sini
karena akulah rumahmu..
tempatmu mencari kembali..
berbijaklah sayang.
terima pinanganku kali ini..
kau untukku..
Langganan:
Postingan (Atom)